Jumat, 13 Maret 2015

Pemeliharaan dan Perawatan Mesin Kapal Ikan

Pemeliharaan dan perawatan sehari-hari secara rutin terhadap mesin sebetulnya jauh lebih baik dibandingkan memperbaiki kerusakan yang terjadi pada mesin. Dan kerusakan biasanya terjadi akibat karena kurang atau tidak adanya perawatan yang rutin dan benar pada mesin.
Sehingga jika pemeliharaan dilakukan dengan baik berarti umur kendaraan menjadi panjang dan akan jarang mengalami kerusakan. Oleh karenanya sebelum kendaraan rusak dan mengeluarkan biaya cukup mahal sebaiknya dilakukan perawatan secara rutin. Adapun beberapa pemeliharaan dan perawatan yang dapat dilakukan antara lain :
1. Bersihkanlah badan mesin, buanglah debu, kotoran yang melekat pada badan dan mesinnya untuk menghindari agar supaya jangan masuk ke dalam bagian mesin.
2. Gunakanlah selalu suku cadang, serta perlengkapan perawatan
yang sesuai dengan mesin dan dianjurkan oleh produsen kendaraan.
3. Cucilah mesin, dan bagian-bagian perseneling dengan mempergunakan oli deterjen dan tiuplah sampai kering dengan compressor.
4. Panaskanlah mesin secara teratur, dan mulai dihidupkan pada posisi lambat kemudian secara perlahan ditingkatkan. Dapat juga dilakukan dengan menghidupkan mesin pada putaran stasioner selama kurang lebih 15 menit.
5. Dengarkanlah suara mesin apakah ada suara yang tidak normal atau kelainan bunyi. Jika ada kelaianan bunyi maka periksalah mesin dan segera mengatasinya.
6. Janganlah membebani mesin secara kasar dan mendadak.
7. Jangan menunda-nunda pergantian minyak pelumas bila sudah waktunya.
8. Periksalah mesin secara berkala dan setiap pergantian suku cadang dilakukan berdasarkan jarak waktu tertentu.
Selamat Mencoba…
- See more at: http://www.bpsdmkp.kkp.go.id/detail_artikel/pemeliharaan_dan_perawatan_mesin_kapal_ikan#sthash.FkTKH4Dh.dpuf

PENURUNAN HARGA PAKAN DORONG TINGKATKAN KESEJAHTERAAN PEMBUDIDAYA

    Jakarta (18/2/2015). Perikanan budidaya disamping terus didorong untuk meningkatkan produksinya juga dituntut untuk menjaga kualitas produksinya secara berkelanjutan dan ramah lingkungan. Data sementara produksi perikanan budidaya tahun 2014 baik dari rumput laut dan ikan/udang adalah sebesar 14,52 juta ton, sedangkan target produksi tahun 2015 adalah sebesar 17,9 juta ton, yang terdiri dari ikan 7,6 juta ton dan rumput laut basah 10,3 juta ton. Kebutuhan pakan udang/ikan untuk memenuhi target produksi tersebut adalah sebesar 8,728 juta ton dimana 60 % nya merupakan kebutuhan pakan ikan air tawar seperti ikan mas, nila, gurame,patin dan lele.

    Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, mengatakan bahwa dari total produksi ikan budidaya, 60 % diantaranya berasal dari komoditas ikan air tawar. Dijelaskannya lagi bahwa komoditas ikan air tawar merupakan komoditas yang mendukung secara langsung program Ketahanan Pangan dan Gizi, sehingga Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang dipimpin oleh Ibu Susi berupaya untuk mewujudkan Ketahanan Pangan dan Gizi tersebut melalui peningkatan produksi yang mandiri, berdaya saing dan berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Wilayah Pengelolaan Perikanan


Apa yang dimaksud IUU fishing??

Wilayah Sebaran : Papua Barat, Sulawesi Barat, Papua, Maluku Utara, Maluku, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, Banten, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, Kepulauan RIau, Bangka Belitung, Lampung, Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Aceh

Apa yang dimaksud IUU fishing??
IUU Fishing adalah kegiatan penangkapan ikan yang :
?  Illegal/ tidak sah
?  Unreported/ tidak dilaporkan
?  Unregulated/ tidak sesuai aturan